Sidang perdana kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar pada selasa, 13 Desember 2016 di PN Jakarta Utara. Berikut rangkuman 4 keterangan yang terbantahkan.
Ahok Berdusta Sebut Jenderal Jusuf Saudara Kandung Ayah Angkatnya
Persidangan perdana perkara dugaan penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memunculkan cerita baru terutama di kalangan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Pasalnya, dalam sidang tersebut Ahok menceritakan jika dia telah diangkat sebagai anak oleh Andi Baso Amir, mantan Bupati Bone. Masalahnya, Ahok juga menjelaskan bahwa Andi Baso Amir adalah adik kandung Jenderal Purnawirawan M Jufuf.
Seperti yang dilansir Republika.co.id pada tanggal 15 Desember 2016, dalam pembelaannya, Ahok sambil menangis menyebutkan bagaimana mungkin dia menista agama orang tua dan saudara-saudara angkatnya yang sangat ia sayangi. Ahok pun menyebutkan jika Andi Baso Amir adalah mantan Bupati Bone dan adik kandung Jenderal Purnawirawan M Jusuf.
Menanggapi hal itu, salah seorang deklarator Komite Perjuangan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan, Azwar Hasan menilai Ahok telah melakukan pembohongan. "Ahok berbohong mengatakan bahwa Andi Baso Amir saudara kandung Jenderal M Jusuf," kata Azwar kepada Republika.co.id, Kamis (15/12).
Salah satu keluarga besar Jenderal Jusuf, Andi Herry Iskandar yang merupakan keponakan Jenderal Jusuf mengatakan, usai persidangan Ahok, dia banyak sekali mendapat pertanyaan dan protes atas ucapan Ahok mengenai Jenderal Purn M Jusuf di persidangan itu. "Saya capek dan mulai terganggu dengan pertanyaan orang-orang mengenai hal itu," kata Andi Heri kepada Republika.co.id, Kamis (15/12).
Karena itu, mantan Wakil Wali Kota Makassar ini memberikan klarifikasi untuk menjawab kegusaran dan protes warga Sulsel khususnya dan bertubi-tubi mempertanyakan hal itu kepadanya. Salah satu penanya itu adalah Prof Idrus Paturusi, mantan Rektor Universitas Hasanuddin. "Yang jelas Andi Baso Amir bukan saudara kandung Jenderal M Jusuf seperti yang dikatakan saudara Ahok," jelas Herry.
Ahok mengatakan orang tua dan kakak angkatnya yang Islam dan sangat taat
Seperti yang dilansir tempo.co pada tanggal 13 Desember 2016, dengan judul berita “Kakak Angkat Ahok, dari yang Berjilbab hingga Berjenggot”. Dari berita tersebut ada netizen yang berpendapat bahwa dalam Islam, kakak angkat bukanlah mahram yang boleh dipeluk seperti kakak kandung, berikut kutipannya “Drama busuk Ahok. Kelar sidang dipeluk kakak angkat. ingat kakak angkat bukanlah mahram,” begitu kata Kakak Rangga dalam akunnya.
Ahok mengatakan tidak mengenakan sepatu atau sandal saat ziarah
Berdasarkan potongan nota keberatan atas dakwaan jaksa yang bersumber dari detik.com (13/12/2016) seperti yang terlihat di bawah ini, Ahok mengatakan “Sampai sekarang, saya rutin berziarah ke makam Ibu angkat, di Karet Bivak. Bahkan saya tidak mengenakan sepatu atau sendal saat berziarah, untuk menghargai keyakinan dan tradisi orang tua dan saudara angkat saya itu”. Namun pada berita yang dilansir kompas.com pada 1 Juni 2016 dengan judul “Ahok Sempatkan Ziarah ke Makam Ibu Angkatnya Jelang Ramadhan” terlihat bahwa Ahok menggunakan sepatu.
source: detik.com
Nota lengkap pembelaan dapat dibaca disini
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Lukman Edy membantah Ahok dididik almarhum Gus Dur
Seperti yang dilansir sindonews.com, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Lukman Edy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12/2016) mengatakan "Mana ada Ahok dididik almarhum Gus Dur," Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan bahwa Presiden RI ke-4 almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak pernah mendidik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu merupakan klaim Ahok dalam nota keberatannya di sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sumber:

No comments:
Post a Comment