• Breaking News

    Sunday, 25 December 2016

    Injil Barnabas Kuno di Temukan di Turki



    Injil Barnabas menjelaskan bahwa Yesus memprediksi kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi telah membuat Vatikan memberikan perhatian yang serius. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat kitab yang berusia 1.500 tahun tersebut, kitab tersebut dikenal dengan nama Injil Barnabas, injil tersebut telah disembunyikan oleh negara Turki selama 12 tahun terakhir.

    Kitab senilai £14 juta menggunakan tulisan tangan berwarna emas berhuruf tebal, ditulis dalam bahasa Aram (Aramaic), Bahasa asli Yesus, yang berisikan ajaran-ajaran awal dan prediksi Nabi yang akan datang.

    Teks bersampul kulit, injil tersebut ditulis pada kulit hewan, ditemukan oleh polisi Turki pada operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000. Injil tersebut dijaga secara ketat sampai 2010, kemudian injil tersebut diserahkan ke Ankara Etnografi Museum.

    Injil barnabas menyebut kerasulan Muhammad SAW, hal ini tentu saja mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil barnabas juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia yang bisa meninggal dan tak pernah disalib, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

    Injil Barnabas di percaya oleh para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil sebelumnya seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes. Dalam Injil barnabas disebutkan Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad. Ini yang mendukung perbedaan injil Barnabas dengan ajaran Paulus. Injil Barnabas ini berbeda dengan Kodeks Sinaiticus, karena menggunakan bahasa Aramik bukan Yunani kuno. Bahasa Aramik diyakini sebagai bahasa yang digunakan Nabi Isa atau Yesus. Berbeda dengan berbagai Injil lainnya, kitab Barnabas diyakini ditulis Barnabas selama berada di Siprus, setelah berpisah dari Paulus.

    Di Siprus inilah pengikut Barnabas berkembang hingga lebih dari seribu tahun. Bila ditelusuri ada benang merah pengungkapan Injil Barnabas di Turki dengan tempat ajaran Barnabas yang berkembang di Siprus.

    Laporan hasil penelitian terhadap Injil Barnabas menantang pemahaman umat Kristen selama ini. Pemahaman umat Kristen bahwa kematian Yesus sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal.

    Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad, Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat. Dia juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab injil barnabas tersebut.

    No comments:

    Post a Comment

    Islam

    Politik

    Sejarah