• Breaking News

    Thursday, 15 December 2016

    Mengapa Al Qur’an Perlu di Bela?

    Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, Al-Qur’an berisikan petunjuk untuk mematuhi perintah dan menjauhi segala laranganNya. 

    Pembelaan umat Islam di Indonesia dengan judul “Aksi Bela Islam 212” dilakukan karena Ahok diduga menistakan Al-Qur’an. Kalimat Ahok sangat jelas mengaburkan makna dari Surat Al-Maidah Ayat 51. Padahal seperti diketahui bersama, Ahok bukanlah umat Islam dan dia tidak mempercayai dengan isi Al-Qur’an. Kalau Ahok mengatakan tidak ada maksud menghina, mungkin penghinaan sudah biasa dia lakukan. Sehingga dia tidak dapat lagi membedakan antara menghina atau tidak. Bukankah selama ini Ahok selalu menghina dengan kata-kata kasar?. Namun anehnya bagi Ahoker (pendukung Ahok) kalimat-kalimat yang dilontarkan Ahok akan menjadi benar. Mungkin Ahok mengerti dan meyakini dengan pepatah dari Menteri Propaganda Nazi, Joseph Goebbelz, yang mengatakan "Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya bahwa kebohongan tersebut adalah sebuah kebenaran."

    Kita sebagai umat Islam wajib membela Al-Qur’an agar kejadian ini tidak berulang serta melurukan makna dari Surat Al Maidah Ayat 51 karena Al-Qur’an merupakan salah satu rukun iman dan petunjuk bagi umat muslim. Kalau ada orang mengatakan kenapa Ahok tidak dimaafkan saja, kalau maaf saja cukup maka maling, koruptor dan paedofil juga akan meminta maaf. Pintu maaf terbuka namun hokum harus ditegakkan.

    Kalau saya misalkan seperti seorang raja yang melakukan yang terbaik dan menghasilkan yang terbaik untuk rakyatnya, namun ada satu orang asing yang ingin menjadi gubernur disuatu daerah mengatakan raja tersebut berbohong, tentulah keluarga raja dan rakyat dari kerajaan tersebut marah dan menuntut orang asing tersebut untuk dihukum. 

    Namun yang penting untuk kita ingat bersama bahwa Al-Quran ditujukan untuk orang-orang yang berpikir seperti yang tercantum pada Surat An-Nahl Ayat 44. 

    بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ ۗ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

    “keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,” (An-Nahl: 44)

    Al-Quran memang diturunkan untuk orang-orang yang berpikir. 

    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

    “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9)

    No comments:

    Post a Comment

    Islam

    Politik

    Sejarah