Sebuah kejadian langka yang terekam kamera
dimana ribuan burung berwarna hitam mengerumuni sebuah lokasi di Houston,
Texas, Amerika Serikat. Video tersebut menunjukkan ribuan burung berwarna hitam terbang dengan
pola yang aneh. Ribuan burung hitam tersebut sudah terlihat sejak tanggal 15
Januari 2017, tepat satu minggu pasca pembakaran Mesjid Islamic Center Victoria.
Di Amerika Serikat burung ini disebut “Blackbirds”
sedangkan di Eropa “Great-Tailed grackles”. Menurut National Geographic,
migrasi burung-burung ini tidak dapat dipahami.
Seorang pengemudi
merekam kejadian menyeramkan tersebut. Dalam video tersebut kondisi
langit saat itu juga sangat mendukung suasana mencekam, sebab langit sedang gelap dan membuat suasana tampak
seperti sangat horor. Burung-burung
tampaknya terbang dalam formasi seperti menyerbu untuk masuk kedalam mobil,
sedangkan sebagian burung lainnya seperti hendak meninggalkan kota.
Menurut
kepercayaan masyarakat, jika burung-burung berterbangan secara berkelompok
dengan pola yang tidak teratur, hal itu bisa menjadi pertanda akan terjadi
bencana.
Kawanan
burung tampak seperti sebuah adegan dari film horor tahun 1963 Alfred
Hitchcock, The Birds. Dalam cerita klasik terkenal burung-burung meneror kota
kecil Bodega Bay.
Berikut videonya:
Berikut videonya:
Pembakaran Mesjid
Berikut adalah berita seperti yang dilansir tempo.co. Kepolisian
di Kota Victoria, Texas, Amerika Serikat, menyelidiki pembakaran masjid yang
terjadi pada Sabtu dinihari waktu setempat.
“Kami
meminta bantuan pemerintah negara bagian untuk menyelidiki pembakaran Islamic
Center Victoria,” kata kepala pemadam kebakaran Victoria, Tom Legler, seperti
dikutip Press TV, Ahad, 29 Januari 2017.
Kebakaran
yang belum diketahui penyebabnya ini terjadi pukul 02.00 waktu setempat, hanya
beberapa jam setelah Presiden Donald Trump meneken surat perintah melarang
pengungsi dan warga dari tujuh negara muslim masuk ke Amerika Serikat.
Kebakaran
pertama kali diketahui kasir sebuah minimarket yang melihat api telah melalap
bangunan tersebut. Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah berkobar
selama empat jam.
"Sedih
sekali berdiri di sini dan menyaksikan api menghancurkan masjid,” ujar Shahid
Hashmi, imam masjid. “Seluruh bangunan hangus terbakar.”
Sepekan
sebelum terbakar, Hashmi mengatakan masjid dirampok. Sejumlah peralatan
elektronik termasuk laptop diambil dari masjid yang dibangun pada 2000 itu.
Harian lokal juga melaporkan pada 2013 seorang pria ditangkap karena menulis
H8, atau “Kebencian” pada dinding muka masjid.
Ini
merupakan masjid kedua yang terbakar di Texas. Pada 7 Januari lalu, sebuah
masjid di dekat Danau Travis, Kota Austin, juga hangus terbakar.
Insiden ini
membuat Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Texas menyatakan mengawasi
penyelidikan terhadap pembakaran di kedua masjid.
"Meningkatnya kebencian antimuslim membuat
kami meminta para penyelidik untuk tetap membuka diri terhadap kemungkinan
kejahatan atas kebencian,” tutur Mustafaa Carroll, Kepala CAIR Houston.

No comments:
Post a Comment