• Breaking News

    Thursday, 2 February 2017

    Ribuan Burung Hitam Serbu Texas Pasca Pembakaran Mesjid Islamic Center Victoria

    Sebuah kejadian langka yang terekam kamera dimana ribuan burung berwarna hitam mengerumuni sebuah lokasi di Houston, Texas, Amerika Serikat. Video tersebut menunjukkan ribuan burung berwarna hitam terbang dengan pola yang aneh. Ribuan burung hitam tersebut sudah terlihat sejak tanggal 15 Januari 2017, tepat satu minggu pasca pembakaran Mesjid Islamic Center Victoria.

    Di Amerika Serikat burung ini disebut “Blackbirds” sedangkan di Eropa “Great-Tailed grackles”. Menurut National Geographic, migrasi burung-burung ini tidak dapat dipahami.

    Seorang pengemudi merekam kejadian menyeramkan tersebut. Dalam video tersebut kondisi langit saat itu juga sangat mendukung suasana mencekam, sebab langit sedang gelap dan membuat suasana tampak seperti sangat horor. Burung-burung tampaknya terbang dalam formasi seperti menyerbu untuk masuk kedalam mobil, sedangkan sebagian burung lainnya seperti hendak meninggalkan kota.

    Menurut kepercayaan masyarakat, jika burung-burung berterbangan secara berkelompok dengan pola yang tidak teratur, hal itu bisa menjadi pertanda akan terjadi bencana.

    Kawanan burung tampak seperti sebuah adegan dari film horor tahun 1963 Alfred Hitchcock, The Birds. Dalam cerita klasik terkenal burung-burung meneror kota kecil Bodega Bay.

    Berikut videonya:


    Pembakaran Mesjid

    Berikut adalah berita seperti yang dilansir tempo.co. Kepolisian di Kota Victoria, Texas, Amerika Serikat, menyelidiki pembakaran masjid yang terjadi pada Sabtu dinihari waktu setempat.

    “Kami meminta bantuan pemerintah negara bagian untuk menyelidiki pembakaran Islamic Center Victoria,” kata kepala pemadam kebakaran Victoria, Tom Legler, seperti dikutip Press TV, Ahad, 29 Januari 2017.

    Kebakaran yang belum diketahui penyebabnya ini terjadi pukul 02.00 waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump meneken surat perintah melarang pengungsi dan warga dari tujuh negara muslim masuk ke Amerika Serikat.

    Kebakaran pertama kali diketahui kasir sebuah minimarket yang melihat api telah melalap bangunan tersebut. Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah berkobar selama empat jam.

     "Sedih sekali berdiri di sini dan menyaksikan api menghancurkan masjid,” ujar Shahid Hashmi, imam masjid. “Seluruh bangunan hangus terbakar.”

    Sepekan sebelum terbakar, Hashmi mengatakan masjid dirampok. Sejumlah peralatan elektronik termasuk laptop diambil dari masjid yang dibangun pada 2000 itu. Harian lokal juga melaporkan pada 2013 seorang pria ditangkap karena menulis H8, atau “Kebencian” pada dinding muka masjid.
      
    Ini merupakan masjid kedua yang terbakar di Texas. Pada 7 Januari lalu, sebuah masjid di dekat Danau Travis, Kota Austin, juga hangus terbakar.

    Insiden ini membuat Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) cabang Texas menyatakan mengawasi penyelidikan terhadap pembakaran di kedua masjid.

    "Meningkatnya kebencian antimuslim membuat kami meminta para penyelidik untuk tetap membuka diri terhadap kemungkinan kejahatan atas kebencian,” tutur Mustafaa Carroll, Kepala CAIR Houston.

    No comments:

    Post a Comment

    Islam

    Politik

    Sejarah