• Breaking News

    Tuesday, 27 December 2016

    Nafis Yaakub, Tilawah Merdu dari Balik Penjara


    Muhammad Jamaluddin yang di kenal dengan nama Nafis Yaakub, seorang pemuda hafiz Al-Quran berusia 16 tahun dari Kamboja. Nafis Yaakub yang merupakan seorang hafiz setelah bertahun-tahun belajar di sebuah madrasah di Malaysia di Negara Bagian Kelantan untuk misi dakwah. Nafis Yakuub menjadi perbincangan di seluruh dunia setelah tilawah merdunya dari balik jeruji penjara dan ditonton jutaan orang di Youtube.

    Suatu hari di Bulan Ramadhan tahun 2014, Ia dihentikan oleh patroli polisi dan menemukan bahwa ia telah overstay yang merupakan pelanggaran imigrasi berdasarkan hukum imigrasi Malaysia, ia ditangkap dan dimasukkan ke penjara sambil menunggu sidang pengadilan. Kemudian diapun divonis pengadilan harus mendekam di balik penjara selama 6 bulan. Pada saat di tangkap Nafis Yaakub menggunakan visa pelajar untuk masuk ke Malaysia. 

    Pada suatu malam Nafis Yaakub sedang duduk menunggu makanan yang diantar oleh petugas penjara. Berhubung udara sangat panas, diapun membuka baju dan menjadikannya sebagai alas kepala untuk tidur. Saat itulah dia membaca surat Al-Qolam sekedar untuk mengulang hafalan yang sudah menjadi amalan rutinnya.

    Temannya satu sel bersama penghuni penjara yang lain memintanya agar membaca lebih keras karena ingin ikut mendengarkan. Saat itulah para petugas penjara yang mengantarkan nasi tiba di sel kediaman Nafis Yaakub dan akhirnya ikut menyimak. Seorang sipir penjara diam-diam mengambil kamera dan merekam Nafis Yaakub membaca Al-Quran sementara narapidana lain mendengarkan dia. Video itu kemudian diunggah ke media sosial, dan video itu menjadi sensasi luar biasa di Malaysia. Nafis Yaakub menerima ribuan simpati dari sesama Muslim Malaysia, hal ini membuat gempar dan bahkan seorang menteri Malaysia mengunjunginya di penjara.

    Dengan karunia Allah, hukuman penjara pemuda itu dikurangi menjadi 4 bulan saja. Selama di penjara, ia diangkat menjadi Imam memimpin 5 shalat, memimpin selama sholat tarawih (ya, dia dipenjara di Ramadhan dan menghabiskan Idul dul Fitri di penjara juga) dan mengajarkan Quran dan studi Islam untuk para narapidana.

    Pada saat dia dibebaskan dari penjara, pemuda Kamboja tersebut kembali ke Kamboja untuk membuka sebuah madrasah, Madrasah Tahfiz Al-Qalam di Phnom Penh. Namun, ia kembali ke Malaysia sebagai Da’i, dan menyelesaikan tur dakwah Malaysia dan baru-baru ini mengunjungi Brunei.

    Berikut videonya:

    No comments:

    Post a Comment

    Islam

    Politik

    Sejarah