Seperti yang diberitakan oleh media-media nasional tentang penemuan bom panci oleh Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di rumah kontrakan kamar 104 di Perum Bintara Jaya VIII, Bekasi. Menurut Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Div Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, bom itu tergolong bom yang mempunyai daya ledak tinggi atau high explosion.
Berikut pernyataan Kombes Awi Setiyono, seperti yang dilansir tribunnews pada Minggu (11/12/2016), "Dari informasi hasil olah TKP, dari Puslabfor Mabes Polri daya ledakan tinggi. Kalau ditanya daya ledak tinggi, low sama high itu di atas 4.000 km perdetik kecepatan daya ledaknya,".
Dengan kekuatan ledakan bom mencapai 4.000 km per detik atau setara 4.000.000 meter perdetik maka dalam waktu kurang dari 1 detik saja seluruh pulau Jawa akan hancur, jarak ujung barat dan ujung timur pulau Jawa hanya sekitar 1.000 Km. Bahkan kecepatan ledakan bom panci tersebut melebihi kecepatan suara, kecepatan suara hanya mencapai 343 meter perdetik.
Berikut analisa jarak efek dari bom panci dengan menggunakan persamaan freefall. Asumsi ketinggian (h) bom dari atas permukaan tanah saat akan diledakkan 1 meter dan grafitasi bumi (g) 9,8 m/s2, maka:
Menghitung lama benda (partikel bom) berada di udara.
Menghitung jarak benda (partikel bom) ketika jatuh ke tanah.
Kesimpulannya adalah dalam radius 1.807 km bom panci akan merasakan efek ledekan bom.
Kekuatan ledakan bom dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya partikel bom dan kerapatan udara. Sebagai catatan, bom atom yang dijatuhkan sekutu di Hiroshima dan Nagasaki yang diukur pada ketinggian permukaan air laut hanya mencapai 1.000 km perjam atau sekitar 300 meter perdetik. Dengan kata lain daya ledak bom panci yang ditemukan Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di Bekasi ini memiliki daya ledak 13.333 kali lebih besar dari bom atom yang dijatuhkan sekutu di Hiroshima dan Nagasaki.
Secara ilmu pengetahuan pernyataan Polri tentang daya ledak bom panci patut dipertanyakan. Selain itu, biasanya bom panci mengandalkan tekanan yang dihasilkan oleh panci dan bukan karena material lain. Untuk menambah efek kerusakan maka panci diisi dengan material seperti paku dan beling. Selain itu alasan teroris memasukkan bom kedalam panci terkesan aneh, bukankah dengan memasukkan bom kedalam panci akan memudahkan metal detector mengidentifikasi material logam?
Namun sebagai umat Islam kita tetap harus ingat tentang firman Allah SWT:
“….barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…..” (QS. Al Maidah: 32).

No comments:
Post a Comment