• Breaking News

    Friday, 23 December 2016

    Rusia Waspada Setelah Alamat Konsulat Mereka di Sebar Daesh



    Rusia kini sedang dalam kondisi waspada setelah ISIS menyiarkan alamat konsulat dan kedutaan negara mereka di seluruh dunia di media sosial untuk pengikutnya dapat melancarkan lebih banyak serangan teror. Situs biro intelijen SITE melaporkan, alamat serta nomor telepon Kedutaan Rusia di seluruh dunia itu dipublikasikan oleh kelompok ISIS dalam bentuk file PDF.

    Perkembangan itu turut menyebabkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, waspada dengan mengarahkan kontrol keamanan terhadap dirinya serta memperketat keamanan kediamannya. Media-media melaporkan bahwa Putin memerintahkan pasukan pengawal pribadinya meningkatkan keamanan di sekitar kediaman resminya serta memberikan peringatan kepada rakyat Rusia di luar negeri mengambil langkah pencegahan.

    "Saya telah meminta unit tertentu mengambil langkah tambahan untuk memastikan keamanan di dalam dan luar negeri. Langkah keamanan itu untuk menjangkau semua lembaga pemerintah dan rakyat Rusia di luar negeri," kata Putin seperti yang dilaporkan media lokal.

    Putin menambahkan bahwa mereka telah memerintahkan diplomat tertinggi dan direktur-direktur badan intelijen negara Rusia menjamin keselamatan pegawainya di seluruh dunia.

    Putin mengatakan, Kremlin juga telah mengirim tim pejabat ke Turki untuk menyelidiki pembunuhan Duta Rusia ke Turki, Andrei Karlov, kemarin. Instruksi Presiden itu dikeluarkan setelah pembunuhan terhadap Karlov, 62, ketika sedang berbicara di sebuah galeri seni yang ditembak mati oleh mantan polisi Turki bernama Mevlut Mert Altintas.

    Dalam perkembangan terkait, jasad Karlov tiba di negara Rusia lewat malam tadi dan akan dimakamkan besok dalam satu upacara yang dihadiri Putin. 

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov hari ini menyatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang dalang di balik pembunuhan duta mereka. Sebelumnya Menteri Luar Turki, Mevlut Cavusoglu mengklaim pemimpin agama Fethullah Gulen terlibat dalam kejadian tersebut.

    No comments:

    Post a Comment

    Islam

    Politik

    Sejarah